Manusia

Minggu, 24 Februari 2013

Hari yg sepi dan Allah selalu dihati

Hari yg sepi dan Allah selalu dihati
Kadang waktu membuat kite gelisah, keadaan yang membuat kite menangis, alam yang selalu megingatkan akan kematian kite, dan mereke2 yang kite sayang tak kalah untuk selalu jadi pundak penopang bahagia kite. Bahagia........... sampai detik ini, saye pun masih bingung dengan devinisi bahagia itu sendiri. karene tak jarang saye jumpe dengan seseorang yang mengatekan kalau die tengah dilanda bahagia saat itu namun  hatinye menangis karene ditinggal orang yang die sayang, ade juge dari mereke yang mengaku bahagia dan mengungkapkan dengan tawa ria dari bibirnye. Entah mane satu makna bahagie yang sesungguhnye, bahagia itu adalah  yang meneteskan air mata kah? bahagia itu adalah yang merangkul senyum dan tawa kah?? entah lah ^^
Ade di suatu pelosok desa yang mengatekan dirinye bahagia dengan kehidupan die sekarang, padahal dengan mata telanjang telah menggambarkan betape pahitnye kehidupan yang mereke jalani, dan ade pula di suatu pelosok negeri mengatekan mereka telah meraih bahagia dan menebar senyum dimane-mane, dengan tatapan mate telanjang sungguh wah dipandang mate, karene betape surge dunie ade didepan mereke, mereke hidup dalam berkecukupan^^
Kini, saye telah penat dalam berjalan, penat dalam menapaki jejak-jejak para manusia-manusia yang telah menemukan bahagia menurut pengertian dan devinisi dari mereka masing-masing. Hari ini betape saye merasekan kesendirian itu, merasekan tak ade yang berkutik dengan bahasa-bahasa saye, tak menghiraukan mimik muke saye, tak menghiraukan tangisan dan panggilan saye, bahkan belakangan ini saye merase tengah mengisi sebuah kuis teka-teki silang dalam kehidupan saye, dan saye bingung untuk menemukan jawabannye..
Sungguh hidup ini tak bise berade dalam kesendirian, kite perlukan orang lain untuk temankan kite dalam menjejak kaki kat bumi ini. Mungkin ade sebagian dari kalangan maknusie yang merase dan mengeluarkan kate-kate yang menyatekan ienye tak perlukan orang lain untuk buat die bahagia, namun kate-kate ni mungkin diucapkannye tanpa ie sedar akan ape yang ie ucapkan. Karene, yang namenye hidup kite pasti perlukan orang lain untuk meluahkan bahagia kite, kite perlukan orang lain untuk bimbing dan mengingatkan kite, karene kite makhluk Tuhan yang lemah, yang selalu khilaf dalam melihat pancingan-pancingan manis dari makhluk yang telah duraka pade Tuhan nye.
Mungkin sewaktu-waktu kite akan kehilangan bende-bende yang amat kite sayang, kehilangan harte, kehilangan kawan dan sahabat, dan kehilangan orang-orang yang kite sayang, asalkan jangan hilang Allah dihati kite. Betape meruginye kite yang hidup kat dunie hanye hitungan tahun, dan akan kembali sewaktu-waktu kite dipanggil, dan kite hanye melakukan renungan tak penting kat dunie ni. Alang kah baiknye, kite pikirkan bende-bende yang membawa kite pade kemanfaatan baik dunie maupun akhirat.
So, jangan tangisi mereka yang pergi dan menghilang dari hadapan kite, namun menangislah sekirenye kite telah hilang haluan dalam melangkah. Ingatlah selalu Allah senantiase bersame kite :)

Sabtu, 26 Januari 2013

DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT



DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT 
Detik kian berlalu, tidak ada kata untuk menunggu. Yang pergi beranjak bersama debu dan melayang mengikuti angin, manusia hanya memiliki dua pilihan yaitu sukses ataukah gagal? Hidup ini tidak terpaut kepada sesiapapun, kita yang menjalani sendiri, jika itu kita rasa baik maka ambil dan ikuti jalannya, namun jika ia menurut kita adalah buruk, tinggalkan dan lupakan. Hidup di dunia bisa dihitung jari, namun yang abadi itu menunggu lebih nyata dan pasti yaitu akhirat. Kita tidak dituntut untuk apapun yang berlaku di dunia, namun semua balasannya akan kita dapati di akhirat kelak J
            Manusia selalu saja menanti kebahagiaan, tanpa ia sadar bahwa kebahagiaan itu sebenarnya terletak pada hatinya, bukan benda yang ia impikan untuk dimiliki yang bersifat semu didunia ini. Dan untuk jaman sekarang ini, tidak jarang lelaki banyak mengumbar janji pada wanita pertama yang mampu menarik hatinya, tanpa ia sadar bahwa wanita adalah sifatnya setia dan hendak menunggu kapanpun itu waktu yang dijanjikannya. Sebenarnya islam telah mengajarkan kita untuk tidak berlama-lama dalam menjanjikan sesuatu yang dituntut kearah yang serius, jika itu sebuah lamaran maka hendaknya dihadapan kedua pihak orang tua atau wali bukan antara sesama kita yang mungkin cinta nya itu rayuan dari makhluk bertanduk semata J
Betapa ruginya sebagai wanita yang hanya menunggu janji dari lelaki yang belum tentu akan menjadi imam bagi ia  nantinya, apalagi lelaki itu menjanjikan untuk waktu yang tidak sebentar. Wanita juga memang selalu setia karena ia menilai lelaki lebih pada prinsip yang dipegang lelaki, sementara lelaki bisa saja menaruh janjinya lebih dari satu wanita yang ia jumpai karena lelaki lebih melihat wanita kearah fisiknya.
Maaf jika bahasa ini banyak mengganggu mata pembaca, namun saya hanya ingin share sedikit saja dan ini ada sedikit percakapan :
Y : Kamu cantik dan baik, kenapa kamu masih percaya sama dia (lelaki/pacar), kenapa tidak kamu akhiri aja hubungan kalian, ini kan tidak boleh dalam agama?
U : Karena aku sudah kenal dia selama 2 tahun, dan aku malu jika aku lari darinya dan aku berharap dialah jodohku, aku malu jika dia bukan untukku, harus ku katakan apa pada imamku yang sesungguhnya nanti?
Y : nah, itu kamu tahu dan kamu sadar. Justru, jika tetap kamu lanjutkan hubungan mu ini kamu akan semakin malu jika seandainya dia bukan untukmu. Untuk apa kau merasa malu untuk pergi darinya, malahan dengan kamu tetap bertahan seperti ini, akan membuatmu semakin malu karena semakin banyak yang ia tahu tentang hidupmu. Bukankah kamu hanya akan cerita siapa kamu hanya pada imammu?
U : iya sih, itu impianku, hanya imamku saja yang boleh tahu mengenai ku lebih dalam lagi. Terkadang aku juga bingung dengan apa yang aku lakukan sekarang, aku juga ingin sepertimu bebas dari tuntutan ijin, laporan, dsb. Itu hanya membuat kita kadangkala berbohong dengan apa yang kita lakukan. Namun, pikiran ku buntu untuk menjauhi hal ini :(
Y : kamu salah, pikiranmu tidak buntu, namun bujukan syaitanlah yang membuatmu tak berdaya, kamu harus kuat dan melawan bujukan itu. Tegakkanlah yang menurutmu benar, karena hidupmu memiliki pilihan dan hati-hati dalam memilih pilihan itu.
U : betapa kata-katamu telah merenyuhkan hatiku, bantu aku untuk keluar dari jurang ini, betapa nistanya aku yang selama ini merasa kuat kalau dia adalah jodohku, betapa telah banyak yang aku beritahu dia mengenai siapa aku, betapa banyak keluh yang aku adukan sama dia yang semestinya Allah lah tempat mengadu, dan betapa hatiku malu dengan rasa yang belum tentu buatku. Terimakasih, kamu adalah teman terbaikku dan bukan mereka yang selalu mendorongku untuk terus melanjutkan hubungan yang belum halal ini. Bantu aku teman, untuk meniti jalan kehidupan ini. :)
            Betapa ia malu dengan apa yang telah ia lakukan, betapa penyesalan itu tak mungkin tidak datang, karena sesuatu yang menimbulkan salah dan membuat kita rugi, maka akan timbul sesal yang datangnya pasti belakangan.
Wanita terkadang terlalu polos mendengar syair yang diutarakan lelaki, tanpa ia sadar syair itu kadangkala bahasa halus yang dibisikkan oleh pihak ketiga. Betapa telah banyak wanita yang terayu dengan kata-kata manis yang diciptakan makhluk keji bertanduk itu.
            Tidakkah wanita berpikir bahwa diatas langit masih ada langit, dan tidak menutup kemingkinan wanita akan menaruh kagum pada lelaki pertama yang ia jumpai hanya dengan melihat prinsip lelaki itu lebih bagus daripada lelaki yang ia jumpai sebelumnya :)
Dan Allah itu adalah dzat yang Maha membolak-balikkan hati manusia :).. Sesungguhnya kita sebagai manusia tidaklah lebih buruk dari anjing jalanan jika kita dikalahkan oleh nafsu semata dan akan lebih baik dari malaikat jika kita bisa membawa diri pada ketakwaan yang sesungguhnya. 

#semoga bermanfaat :)
salam ukhuah

Jumat, 25 Januari 2013

TENANGKU DALAM QIYAMUL LAIL



TENANGKU DALAM QIYAMUL LAIL
Ketenangan? Kapankah kita merasakan ketenangan? Apakah disaat kita lagi tertawa bersenang-senang dengan teman kita, saat kita lagi belajar dengan guru yang super dalam mengajar, saat kita yang lagi bercinta dengan kekasih di dunia, saat kita yang mendongengkan adik yang  hendak tidur, ataukah saat kita yang lagi berbincang dan bercanda gurau dengan orang tua serta keluarga??
            Entah, akupun bingung memaknai ketenangan itu. Namun, yang aku rasakan dari semua pertanyaan diatas adalah kebahagiaan sesaat yang cepat memudar. Dan ianya akan kembali hilang seperti hilangnya rasa tenang jika kita semakin banyak mengeluarkan bahasa dan kata-kata, karena semakin banyak pula kita untuk berpikir apakah yang kita keuarkan dari mulut kita itu apakah benar adanya ataukah penghibur suasana seketika itu saja.
            Malam ini aku tidur agak cepat dan tak seperti biasanya, lalu aku terbangun kira-kira pukul 02.45 wib. Dan aku merasakan gelisah untuk terlelap kembali, aku merasa akan ada suatu kerugian jika aku tetap bersikeras menarik selimutku. Dan, akupun mengikuti kemauan hati yang tersadar itu untuk bangun dan berwudhu, akupun melaksanakan shalat malam atau tahajud. Dimana suasananya sepi, disaat yang lain pada terlelap, disaat yang lain masih berada dalam alam mimpinya, disaat yang lain merasakan kedinginan dan menarik dalam-dalam selimutnya, dan disaat yang lain tengah asyik dengan bantal yang menemannya, disaat yang sama aku dapatkan sebuah ketenangan itu. Tak banyak yang bisa aku ungkapkan dengan kata-kata, karena tenang itu hanya hati yang mampu merasakan betapa indahnya jiwa ini yang sejuk dan damai.
            Khusuknya shalat dalam ketenangan, disini juga bisa dirasakan betapa Allah begitu dekat dengan kita, betapa hati ini bahagia dan tak mampu untuk dilukiskan, dan betapa pengaduan ini seperti langsung sampai. Kuteteskan air mata ini karena penyesalan diri terhadap usia yang kusia-siakan selama ini, betapa telah banyak waktu yang telah kulewati tanpa makna dan manfaat untuk bekal akhirat kelak. Duduk bersimpuh mengahadap Allah dengan khusuk membuat hati tenang dan serasa dunia ini tidak ada dan pikiran-pikiran burukpun menghilang. Sesungguh hanya Allah tempat mengadu, ia yang Maha Tahu isi hati setiap hambanya, bukan teman dekat yang kita tidak tahu kejadian yang akan terjadi esoknya, apakah ia masih setia mendengar keluh kesah kita karena manusia ini selalu berkeluh kesah.

Sabtu, 22 Desember 2012

TIDAK MENGERTI DAN TIDAK TAHU, AKU



TIDAK MENGERTI DAN TIDAK TAHU, AKU
Aku hanya segelintir dari manusia yang lemah, dan aku juga tidak ingin banyak yang tahu menganai siapa aku sesungguhnya. Namun, dengan ini aku sebenarnya tidak mengerti dan tidak tahu akan kulanjutkan dengan tulisan apa kata-kata berikutnya. Aku manusia yang selalu menggunakan telinga untuk mendengar apa yang bersuara disampingku, kugunakan mata untuk melihat setiap kejadian disekelilingku. Namun aku bukan manusai kuat yang mampu bersuara dan menentang semua yang terekam pada kejadian itu, cukup menjadi penonton dan pendengar setia saja dan itu sudah cukup buat aku untuk tersenyum. Jika kau dan siapapun yang berada disampingku, jangan hiraukan sikapku yang diam, sikapku yang lincah dan sikap ku yang membingungkan bagimu. Karena aku lebih bingung lagi dengan keadaan sekitar yang kalian tumpahkan itu, dan sungguh banyak hal pelik yang nampak olehku, atau mungkin aku orang yang terlalu serius dalam menanggapi keadaan sekitar, namun jika manusia banyak bermuka dua dalam menjalani kehidupan, apakah ini juga mesti didiamkan dan sekedar ditonton saja. Adakah yang bersedia jadi pembongkar setiap orang yang pandai bersandiwara? Dan jelas bukan aku orang yang mampu mengendalikan semua itu, cukup aku setia jadi penonton saja.
Pelik sungguh dunia ini, jika damai itu datang dengan adanya orang-orang yang berwajah polos dan manis, mungkin setiap waktu dalam do’aku, aku memohon pada Tuhan akan hal itu. Sungguh manusia selalu berkeluh kesah dan sulit jumpa akan tenang dan damai. Bisa jadi hari ini riuh dengan kegembiraan dan sesaat kemudian datang kesedihan yang melanda, saat bahagia senyum mewah menerpa, tak sadar manusia itu dengan kebahagiaannya dan saat sedih menghampiri, resah langsung menghantui setiap detik langkah kakinya. Betapa syukur masih langka dalam setiap langkah hidup manusia, hanya segelintir orang yang benar-benar ikhlas dalam penghidupan yang ia alami. Dan orang itu adalah orang yang benar-benar percaya dan yakin akan kehadiran Tuhannya. 

Tak mengerti dan tidak tahu, Aku..........
Aku hanya belajar hidup menerima dan memberi
Aku hanya belajar hidup ikhlas dengan semua yang terjadi
Aku hanya belajar hidup dalam kesunyian dan kegirangan ini
Aku hanya belajar hidup untuk tahu dan mengerti
Namun, untuk itu aku perlu orang lain untuk menemaniku disini
Disini aku terpaku dalam sepi
Terhanyut dalam sendiri
Terhenyak dalam balutan rasa yang tak mengenakkan hati
Rasa yang timbul dan pergi
Rasa yang datang selalu menghampiri
Dan aku tetap hanyut dalam sendiri...........

Selasa, 16 Oktober 2012

MANIS MENERPA DIPAGI HARI


MANIS MENERPA DIPAGI HARI
  Pagi ini Cacha disibukkan dengan aktivitas kost, dimana cucian menumpuk dan wajib dicuci pagi itu juga, kuliah yang masuknya pagi banget. Dengan badan yang masih letih, Cacha bersemangat mengerjakan segala aktivitas dipagi ini. Mulai pukul 04.12 pagi, mata yang menghukumnya untuk tidak bisa tidur lagi, dengan itu ia pun mengerjakan shalat sepertiga malam dan dilanjutkan dengan shalat fajar setelah rehat bentar, lalu shalat subuh dan terakhir ia tetap melantunkan tilawah. Setelah urusan akhirat ia lakukan, lalu ia melanjutkan dengan panggilan aktivitas dunia lagi.
            Tepatnya pukul 05.55, Cacha menuju bak belakang dan mulai nyuci pakaian yang telah ia rendam sebelumnya. Pakaian yang menumpuk membuat ia lama meneladani pekerjaan satu ini. Setelah itu, dengan waktu yang agak tergesa-gesa ia lanjutkan untuk mandi dan hendak ke Kampus.
            Setelah semuanya siap dan langkah telah ringan menuju Kampus, ada aja yang ketinggalan, terpaksa ia balik ke kost lagi. Waktu di HP menunjukkan puluk 07.11 sementara kuliah wajib masuk jam 07.30. Belum lagi jalan menuju gerbang depan juga agak memakan waktu ±
10 menit, karena kondisi kostnya agak jauh dari jalan raya, belum lagi dosen yang akan masuk hari ini adalah yang terkenal disiplin dan ga suka dengan mahasiswa yang terlambat, nah dalam perjalanan inilah dihatinya selalu membacakan do’a-do’a yang ia anggap bisa menenangkan sedikit hatinya yang kepikiran takut terlambat. Tuhan Maha Pengasih lagi Penyayang telah memudahkan langkahnya, ditengah jalan sebelum jumpa jalan raya ada seorang gadis yang mengenakan hijab panjang menawarkan ia untuk ikut dengannya menuju Kampus. Meskipun gadis ini belum pernah ia kenal sebelumnya, namun Cacha yakin bahwa gadis ini adalah gadis baik-baik dan itu tercermin pada pakaian yang ia kenakan, dengan itu tanpa ragu ia langsung naik diatas motor tersebut. Alhamdulillah ucapnya dalam hati seketika itu dan syukurnya tak henti ia tujukan buat sang Kholik Tuhan Maha Tahu.
            Mungkin ini hanya kisah biasa, namun bagi Cacha ini sungguh kisah yang akan selalu ia kenang, karena meskipun ia sibuk dan rasa tak menentu saat itu, ada rasa takut, cemas dll, namun dengan yakin dalam hatinya dan dengan melafadzkan kalimah-kalimah Tuhan, ia dapatkan titik penyelesaian dari ketakutan yang ia rasakan. Dan jika sampai tidak ada tumpangan waktu itu, mungkin hari ini ia telah absen didaftar hadir kuliah.